Kamis, 06 September 2018

Bermain Air Hujan

Doel kancut bersaudara bermain air hujan.

Sore itu hujan turun dengan derasnya, jatuh menerpa tanah-tanah kering yang mengeras dan pecah-pecah kecoklatan. Doel bersaudara berteriak dengan kerasnya sembari memperhatikan ke arah tanah kosong di halaman belakang. 

"Semutnya...semutnya... kasihan  rumah mereka tenggelam!" Teriak Doel kancut bersaudara bersahut-sahutan

Memang hujan yang turun sore itu sangat deras sekali..., airnya sampai tampias masuk ke dalam rumah melalui lubang-lubang jendela yang agak sedikit terbuka. Segera saja semua pintu-pintu dan jendela rumah ditutup rapat-rapat, walaupun tampiasan  air masih bisa masuk lewat ruang kosong di sela-sela bawah pintu.

Selama hujan Doel Kancut bersaudara memperhatikan keadaan di luar melalui jendela kaca yang tak bertirai. Mereka terus bercerita tentang semut yang kehilangan rumah... semut yang tenggelam... dan semut yang kabur menyelamatkan diri dari banjir dengan naik ke tembok rumah.

Ketika hujan mulai mereda, dan hanya tinggal rintik-rintik kecil,  mereka pun keluar rumah untuk bermain air hujan.






Rabu, 25 Juli 2018

Family Gathering di Villa Kaca, Puncak, Bogor

Sebenarnya ingin menuliskan tentang acara family gathering keluarga besar ayah Doel bersaudara tahun ini, tapi berhubung kami sekeluarga tidak ikut terlibat langsung dalam kegiatan acara tahun ini, dan hanya mendengarkan dari cerita-cerita dan kisah-kisah saudara-saudara dan sepupu-sepupu ayahnya Doel bersaudara yang ikut dalam kegiatan acara ini,  tentang keseruan dan biaya-biaya serta romantika selama acara berlangsung dan kondisi perjalanan pulang pergi, sepertinya kurang valid datanya ya..., karena tidak mengalami langsung hehehe. Jadi cukup berbahagia dan senang aja melihat keseruan dan kehebohan melalui foto-foto dan video-video yang dikirimkan dari grup keluarga besar ayah Doel bersaudara. 

Acara family gathering ini sendiri diselenggarakan pada hari weekend kemarin, Sabtu dan Minggu. Lokasi acara diadakan di Villa Kaca, Puncak, Bogor.









o


Tuuhh kan...., seru, heboh dan kompak banget kalau pada kumpul semua. Jadi nyeseelll ga bisa ikut huhuhu...

Sabtu, 05 Mei 2018

IKEA Alam Sutera Baru Pertama Kali Kesini


Berangkat dari rumah Mampang Prapatan masuk tol dalam kota belok ke arah tol Jakarta- Tangerang, keluar di KM 15, gerbang tol Kunciran. Perjalanan sangat lancar menjelang siang itu. 
Pertama masuk ke area ini, agak bingung juga kok ga da karcis parkirnya ya. Lanjut nyari tempat parkir, area parkir diluar bagunan saat itu masih banyak kosong, tapi sepertinya bakal panas siangnya, makanya parkir yang di dalam area bangunan saja. Agak lama juga mutar-mutar nyari parkir di dalam, 2 kali putaran bolak-balik, akhirnya dapat parkir juga di depan area parkiran loading barang. Yesss, senangnya hati....

Masuk ke dalam bangunan..., liat-liat naik ke atas ada eskalatornya atau tangga berjalan, tapi buat turun ke bawah adanya tangga biasa. Sempat salah arah juga awalnya, kita masuknya menuju  jalur keluar, karena melihat ramai sekali orang disana, yang ternyata merupakan area tempat makan. Tetapi kemudian disamperin oleh pegawainya dan dikasih tau kalo jalur masuk di seberangnya, hehehe...

Jadi jalur jalan masuk buat pengunjung untuk mengitari semua area bangunan ini sangat tertata rapi, ada tracknya tersendiri, ditandai sesuai arah tanda panah. Dari awal ikutin saja tanda panah tersebut, ujungnya akan berakhir di pintu keluar alias kasir pembayaran. Yang pasti panjaaaaaaaaaaannnnggggg jalur track-nya. Pegel euy, jalan kaki sepanjang itu. Untung saja semua perabotannya di sana yang memang fungsinya untuk duduk, boleh dipakai buat duduk-duduk santai.

Yang jelas, kesimpulannya... Tempatnya disini luas dan furniturenya super komplit untuk rumah tangga, ada kualitas ada harga pastinya. Kemarin sempat baca cara belanja furniturenya, ditulis dalam lembaran kertas khusus yang telah disediakan begitu. Kalau pernik pernik yang kecil tinggal diambil aja seperti belanja pada umumnya. Terus ada area mandiri juga, sepertinya harus melayani diri sendiri jika ingin mengambil barang-barang yang akan dibeli dari lorong-lorong raknya yang tersusun rapi memanjang.

Next, pengen lagi main ke sini, tapi buat belanja benaran ya. Kalo cuman mutar-mutar dan liat-liat doang seperti sekarang, sepertinya engga dulu deh..., bukannya kenapa, pegalnya itu loohh. Kasihan kan Doel Kancut dan Doel Peang. Kalo abangnya si Doel mah biarin aja, dah gede ini, hahaa.

Berikut penampakan futo-futonya seperti biasa.













Sabtu, 21 April 2018

Seragam Tentara untuk abang Doel


Abang Doel bersaudara cerita, bahwa ia dan kelompoknya akan mengadakan drama di sekolah. Mengenai masa perjuangan bangsa Indonesia melawan penjajah. Kebetulan abang Doel mendapatkan peran sebagai tentara penjajah. Naahhh..., abang Doel minta dibelikan seragam tentara buat drama ini. Ngobrol lah sama ini anak, ga usah beli lah, pakai bahan yang ada aja. Eh tetap minta, alasannya biar lebih mirip dengan tentara benaran.

Informasi dari tante Doel, di depan jalan raya Ciledug, Seskoal Cipulir, di prapatan lampu merah, sebelum belok arah pintu masuk Komplek Seskoal Cipulir, ada yang jual seragam tentara. Meluncurlah ke sana dengan menebeng Si Tije Busway Tendean-Ciledug, turun di seskoal. Oh ya benar, ternyata ada.

Nah, dapatlah seragam ini satu stel dengan harga 150ribu. Tapi ketika dicoba oleh abang Doel tidak muat. Jadi sewot akhirnya sama abang Doel, karena ini anak termasuk kelewat gendut dibandingkan teman-teman sekelasnya yang umumnya kecil langsing. Terpaksalah beli ukuran dewasa, supaya muat di pinggangnya, ukuran celana no.34. Muat di pinggang tapi panjang di kaki.., hadeuh. Ditanya harganya, ternyata untuk seragam tentara ukuran dewasa, harganya 2 kali plus plus lebih mahal dari seragam anak. Mmhh, boros juga ujung2nya...